Ujian Pertama Pelaksanaan Haji 2009 di Bandara Madinah

Madinah, Kota Pertama dalam Pelaksanaan Ibadah Haji

Pada hari Rabu, 4 Nopember 2009, Jam 21.00 pesawat Saudia Air mendarat di bandara Amir Abdullah bin Abdul Azis Madinah dengan selamat.

Pesawat membawa kloter 37 JKS berjumlah 450 jamaah berasal dari kabupaten Bandung. Semua jamaah langsung diangkut oleh bis menuju tempat pemeriksaan pasport.

Semua jamaah diarahkan ke ruang tunggu yang luas tapi tidak dapat menampung jamaah, dikarenakan belum selesainya proses pengecekan pasport jamaah dari negara Niger.

Selama menunggu, jamaah memanfaatkan untuk istirahat dan menunaikan hajatnya yang tertahan selama 9 jam di pesawat. Suatu perjalanan yang sangat melelahkan.

Proses pemeriksaan paspor cukup memakan waktu. Para ketua rombongan didahulukan agar menjadi pemandu jamaah ke bis. Selanjutnya jamaah ibu-ibu untuk diperiksa karena tidak memerlukan cap sidik jari dan photo. selanjutnya diarahkan ke bis yang disiapkan di luar bandara. Rombongan KBIH al-Manar masuk di bis sembilan.

Untuk memudahkan pembagian hotel, koper jamaah diletakkan sesuai dengan nomor bis. Dan dapat menghindari terbawa koper ke maktab lain yang belum tahu jarak antar keduanya.

Ujian Pertama Tertahan di Bandara Madinah

Ketika semua jamaah sudah keluar dari bandara dan menuju bis masing-masing, Bis rombongan KBIH al-Manar masih tertahan, karena menunggu seorang jamaah yang belum keluar yaitu Nandra putra Bapak Hendaryanto.

Sebagai pembimbing, saya mencoba masuk kembali ke tempat pengecekan tapi dilarang oleh petugas dari pemerintah Indonesia.

Ini ujian pertama dalam pelaksanaan ibadah haji di kota Madinah. Saat penantian, Para jamaah menunggu di bis sambil berdoa agar masalah cepat selesai.

Tidak berlangsung lama, Nandra bisa keluar dan menjadi jamaah yang keluar paling terakhir.

Ketika ditanya kenapa ditahan, Nandra bilang “mungkin photo di pasport tidak seganteung aslinya”.

Sebuah sikap yang baik. Walaupun ada kendala di pemeriksaan paspor, Nandra menghadapi dengan tenang.

Kejadian penahanan sebentar di bandara memberikan pelajaran berharga bagi semua jamaah. Sehingga jamaah sudah siap jika mendapatkan musibah saat melaksanakan ibadah haji

Kunci utama menghadapi kondisi yang tidak baik selama pelaksanaan ibadah haji adalah istighfar dan sabar.

Istighfar merupakan proses pengakuan diri bahwa sesuatu yang terjadi merupakan takdir Allah SWT yang memiliki hikmah terbaik bagi kita. Bisa jadi musibah tersebut merupakan cara Allah SWT menyadarkan kesalahan yang kita lakukan.

Sabar merupakan sikap menerima takdir yang Allah SWT berikan dengan berpikir positif kepada Allah.

Tulisan ini pernah tayang di kbihalmanar.blogspot.com

Scroll to Top