KBIHU Al Manar. Jamaah Haji KBIH Al Manar melakukan Perjalanan Tahun 2009 Menuju Tanah Suci memiliki cerita. Termasuk di pesawat
Perjalanan Jamaah Haji 2009 Menuju Tanah Suci

Jamaah Haji KBIH Al-Manar sejak meninggalkan Masjid Al-Manar berada di bis sembilan atau bisvrombongan sembilan. Bis inilah yang akan mengantarkan Jamaah Haji KBIH Al-Manar ke Lapangan Udara Sulaiman dan dilanjutkan dengan perjalanan menuju Asrama Haji Jawa Barat di Bekasi.
Perjalanan dari Bandung menuju Jakarta terbilang lancar karena di kawal oleh mobil polisi. Ketepatan kedatangan ke Asrama bekasi menjadi prioritas dalam pelayananan haji yang begitu padat.
Asrama haji Bekasi menjadi Sentral persiapan jamaah haji seluruh Jawa Barat sebelum berangkat ke Bandara. Semua jamaah berada di asrama untuk menjalani pemeriksaan kesehatan, pembagian passport dan living cost. termasuk juga pemeriksaan koper yang bermasalah dengan timbangan dan isinya.
Jamaah KBIH Al-Manar menempati gedung D di lantai 4 (lt. paling atas), tetapi tidak merepotkan harus turun naik tangga dikarenakan ruangan makannya tersedia setiap lantai.
Jamaah bisa istirahat menunggu waktu pemberangkatan besok. dan diperkirakan pembagian passport dan living cost akan dilaksankan besok hari. Ternyata jam 23.00 ada panggilan bagi kloter 37 untuk pembagian passport dan living cost. jamaah yang sudah terlelap tidur terpaksa harus dibangunkan. dan acara tersebut berakhir jam 02.00 dini hari
Besoknya, hari Rabu tanggal 4 Nopember 2009, Jamaah Al-Manar yang tergabung dalam kloter 37 berangkat ke Bandara pukul 11.30 dengan menggunakan bis nomor sembilan. dan tidak terlalu lama pemeriksaan di Bandara, Kloter 37 dipersilahkan masuk ke pesawat. dan rombongan 9 (jamaah Al-Manar) dan rombongan 10 dipersilahkan masuk duluan. terutama yang berlogo “u” harus naik ke lantai dua. 5 orang jamaah al-Manar duduk paling depan tepatnya dibelakang ruang Pilot. sedangkan yang lainnya berada di barisan paling belakang pesawat.
Suara pesawat selalu menemani dalam perjalanan kami di Udara. Paling Tinggi di Asrama dan paling belakang di Pesawat, jamaah tetap senang dan bahagia karena keinginan untuk mengunjungi Baitullah akan terwujud.
Tudak pernah terbayangkan sebelumnya bisa berangkat melaksanakan ibadah haji, mungkin ini semua karena do’a kerabat yang telah pergi haji. Mereka berharap menjadi Haji Mabrur dan semoga yang lain menyusul. Amiiin
Wallahua’lam bishshawab.
Pernah Posting di https://almanarbdg.blogspot.com/2009/11/pesawat-memberikan-kenyamanan
Berita Terbaru
- Perjalanan Umroh KBIHU Al Manar September 2026
- Pelatihan Manasik Umroh KBIHU Al Manar di Hotel Katulistiwa Jatinangor
- Integrasi Digital Haji Indonesia–Arab Saudi
- Standar Dapur Haji di Makkah Dijaga Ketat demi Kenyamanan Jemaah
- Diklat PPIH Semi Militer Dinilai Humanis, Wamenhaj Tekankan Kekompakan dan Haji Ramah Perempuan
- Pembekalan fisik dan mental jadi kunci, Petugas haji diminta siap hadapi dinamika layanan jemaah haji
Catatan Cilik
- CALIK KBIHU Al Manar Rancaekek: Merenungi Perjalanan Suci, Satu Catatan Cilik Penuh Hikmah
- Bus Shalawat 19: Jalan Hati Jamaah Al Manar dari Hotel ke Masjidil Haram
- Kisah Inspiratif Jamaah Haji: Kemandirian dan Keberanian Bertanya
- Kisah Nyata di Mina: Dua Ibu, Satu Malam, dan Kuasa Allah yang Menyatukan

