KBIHU Al Manar. Ka’bah yang dibangun kembali oleh Nabi Ibrahim AS telah mengalami 4 renovasi.
Kisah Pembangunan Ka’bah dijelaskan dalam Al-Quran, surat Imran Ayat 96. Allah SWT berfirman:
“Sesungguhnya rumah (ibadah) pertama yang dibangun untuk manusia, ialah (Baitullah) yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi seluruh alam.”
Ka’bah ditinggikan (bangunannya) oleh Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail yang tertulis dalam kitab suci Al-Quran pada surat Al Baqarah ayat 127.
4 Kali Renovasi Ka’bah
Ka’bah mengalami 4 kali renovasi, terakhir pada masa Khalifah Dinasti Umayyah. Saat itu kepemimpinan dipegang Malik bin Marwan yang memperbaiki Ka’bah setelah mendapat laporan Al-Hajjaj.Ketika Hajjaj bin Yusuf Al Thaqafi.
Berikut perubahan dari hasil renovasi Ka’bah
1. Hajjaj bin Yusuf Al Thaqafi November 692 M
Ka’bah dengan dua pintu setinggi 11 hasta (1 hasta=40 cm), menghadap ke timur dan barat. Konstruksi seperti karya Nabi Ibrahim. Area Hatim di Hijr Ismail dimasukkan dalam Ka’bah.
Ada modifikasi tambahan seperti jendela kecil dekat atap Ka’bah untuk memungkinkan cahaya masuk. Memindah pintu Ka’bah di atas tanah yang datar dan menambahkan pintu kedua.
Sedangkan Tinggi Ka’bah yang bertambah sembilan hasta, sehingga dua puluh hasta tingginya. Dinding lebar dua hasta. Jumlah pilar menjadi tiga, bukan enam seperti yang sebelumnya dibangun kaum Quraisy.
2. Sultan Ottoman, Sulaiman Khan 960 H
Dinasti Sultan Ottoman, Sulaiman Khan naik tahta pada tahun 960 H, dia mengubah atap Ka’bah. Sultan Ahmad Khan yang berkuasa pada 1021 H membuat beberapa perbaikan dan perubahan.
3. Amir Makkah Syarif Mas’ud bin Idris
Pada 29 Sya’ban, Amir Makkah Syarif Mas’ud bin Idris segera memugar Ka’bah tanpa menanti perintah Istambul.
Renovasi dengan menambal dinding Ka’bah dengan papan, sebagai antisipasi musim haji yang sudah dekat.
4. Raja Saud, 1377 H
Raja Saud, Ka’bah kembali direnovasi. Atap yang keropos dimakan air diganti.
Pada saat itu, 28 Rajab, 1377, seorang sejarawan menghitung total batu Ka’bah, mendapatkan jumlah 1.614.
Batu-batu ini dari berbagai bentuk. Batu terbesar panjang 190 centimeter, lebar setengah meter, dan tebal 28 centimeter.
Batu terkecil adalah panjang setengah meter, dan lebar sekitar 40 centimeter.
Tetapi, itu hanya batu yang berada di dinding luar, batu yang tidak terlihat tidak dihitung.
Materi Manasik
- Ka’bah Al-Musyarrafah
- Puncak ujian ketaatan Nabi Ibrahim عليه السلام
- Sejarah Ibadah Haji
- Kesehatan Haji: Syarat Wajib Haji
- Manasik Haji: Rangkaian Ibadah Fisik Ritual Spiritual
- Sejarah Islam: Tempat Bersejarah di Tanah Suci
Berita Terbaru
- Perjalanan Umroh KBIHU Al Manar September 2026
- Pelatihan Manasik Umroh KBIHU Al Manar di Hotel Katulistiwa Jatinangor
- Integrasi Digital Haji Indonesia–Arab Saudi
- Standar Dapur Haji di Makkah Dijaga Ketat demi Kenyamanan Jemaah
- Diklat PPIH Semi Militer Dinilai Humanis, Wamenhaj Tekankan Kekompakan dan Haji Ramah Perempuan
- Pembekalan fisik dan mental jadi kunci, Petugas haji diminta siap hadapi dinamika layanan jemaah haji
