KBIHU Al Manar. Dzikir Pagi Petang untuk Menghidupkan Hati Sepanjang Hari sebagai aksi nyata keenam untuk menjaga kemabruran haji.
Dzikir Pagi Petang: Menghidupkan Hati Sepanjang Hari
Manfaat Dzikir adalah nutrisi ruhani yang menjaga hati tetap hidup dan terhubung kepada Allah.
Hati yang hidup adalah hati yang senantiasa terhubung dengan Allah.
Dalam suasana haji, setiap gerakan dan lafaz tak lepas dari dzikir: talbiyah, tasbih, tahmid, dan takbir.
Maka, untuk menjaga ruh haji tetap menyala, dzikir pagi dan petang menjadi wasilah utama. Ia bukan sekadar rutinitas wirid, tetapi penjaga ketenangan batin dan benteng dari kelalaian dunia.
Allah SWT berfirman:
ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَتَطۡمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكۡرِ ٱللَّهِۗ أَلَا بِذِكۡرِ ٱللَّهِ تَطۡمَئِنُّ ٱلۡقُلُوبُ
“Orang-orang yang beriman dan hati mereka tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.”(QS. Ar-Ra’d: 28)
Nabi Muhammad saw juga bersabda:
“Dzikir pagi dan petang adalah pelindung dari neraka.” (HR. At-Tirmidzi)
Ibnu Qayyim rahimahullah berkata:
“Dzikir bagi hati seperti air bagi ikan. Lalu bagaimana keadaan seekor ikan jika dipisahkan dari airnya?“
Aksi Nyata
Tujuan Aksi adalah Menjadikan dzikir sebagai kebutuhan utama ruhani setiap hari, bukan sekadar ritual lisan, tetapi sebagai penguat keimanan dan penjaga koneksi dengan Allah setelah berhaji.
Adapun Aksi nyata secara detail
- Melaksanakan dzikir pagi dan petang secara berjamaah dalam kelompok kecil, dengan panduan wirid (misalnya dari Hisnul Muslim atau Al-Ma’tsurat).
- Membentuk komunitas pengingat dzikir yang saling mengingatkan waktu dan keutamaannya.
- Memilih 1–2 dzikir yang sangat bermakna dan mengamalkannya dengan penuh tadabbur setiap hari.
Adapun Motivasi Aksi Lanjutan Agar kemabruran terus terjaga,
- rutinitas dzikir bisa dikembangkan menjadi gerakan harian keluarga: misalnya, dzikir pagi sebelum aktivitas, dan dzikir petang sebagai penutup hari.
- Bisa dibuat Kartu Dzikir Harian yang dibagikan ke jamaah atau dipasang di rumah.
- Jadikan dzikir sebagai napas kehidupan ruhani.
Sebagaimana dikatakan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah:
“Aku duduk berdzikir kepada Allah dari pagi hingga matahari terbit, dan itu bagiku lebih bermanfaat daripada menunggang kuda berperang di jalan Allah.”
Dengan menjaga dzikir, kita menjaga jiwa tetap jernih, hati tetap terarah, dan semangat kemabruran haji tetap menyala.
#Ritual #Spiritual
20 Aksi Nyata Menjaga Kemabruran Haji
Aksi Nyata Lainnya
- #1. Mensyukuri Nikmat Haji: Menjaga Niat dan Hati
- #2. Shalat Berjamaah: Menjaga Kesinambungan Ibadah Ritual
- #3. Tadabbur Al-Qur’an: Menyambung Wahyu dan Hati
- #4. Mendalami Sejarah Makkah dan Nabawi: Merajut Ilmu dan Iman
- #5. Evaluasi Diri Pasca-Haji: Refleksi dan Rencana Hidup Baru
- #6. Dzikir Pagi Petang: Menghidupkan Hati Sepanjang Hari
Berita Terbaru
- Perjalanan Umroh KBIHU Al Manar September 2026
- Pelatihan Manasik Umroh KBIHU Al Manar di Hotel Katulistiwa Jatinangor

- Integrasi Digital Haji Indonesia–Arab Saudi
- Standar Dapur Haji di Makkah Dijaga Ketat demi Kenyamanan Jemaah
- Diklat PPIH Semi Militer Dinilai Humanis, Wamenhaj Tekankan Kekompakan dan Haji Ramah Perempuan
- Pembekalan fisik dan mental jadi kunci, Petugas haji diminta siap hadapi dinamika layanan jemaah haji

