#8. Belajar Fiqih Kehidupan Sehari-hari: Ilmu yang Membumi

KBIHU Al Manar. Belajar Fiqih Kehidupan Sehari-hari terkait Ilmu yang Membumi merupakan aksi nyata kedelapan menjaga kemabruran haji

Belajar Fiqih Kehidupan Sehari-hari: Ilmu yang Membumi

Haji mabrur adalah yang ilmunya menyentuh bumi, menjawab realita kehidupan sehari-hari.

Ilmu adalah cahaya yang menerangi langkah seorang muslim dalam menjalani kehidupan.

Haji yang mabrur bukan hanya tentang kesalehan saat di Tanah Suci, tetapi juga tentang bagaimana haji itu berdampak dalam praktik sehari-hari.

Rasulullah SAW bersabda:

“Barangsiapa dikehendaki kebaikan oleh Allah, maka Allah akan memahamkannya dalam urusan agama.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Fiqih kehidupan adalah wujud nyata dari pemahaman agama itu. Ia menyentuh persoalan jual beli di pasar, adab berutang, pembagian waris, hingga etika bermasyarakat.

Maka, belajar fiqih bukan hanya untuk para ulama, tetapi untuk setiap muslim yang ingin menjadikan hidupnya berkah dan penuh makna

Al-Qur’an di QS. An‑Nahl: 43):

“وَاسْأَلُواْ أَهْلَ الذِّكْرِ إِن كُنتُمْ لاَ تَعْلَمُونَ”

“Dan tanyakanlah kepada ahlinya jika kamu tidak tahu.”

Ini adalah perintah ilahi untuk terus belajar dan bertanya. Jangan biarkan ibadah dan muamalah kita berjalan tanpa ilmu, karena sedikit kesalahan bisa berakibat besar dalam hidup dan akhirat.

Aksi Nyata

Tujuan Aksi ini adalah Meningkatkan pemahaman fiqih praktis yang membumi, agar haji yang telah ditunaikan berbuah perubahan nyata dalam keseharian.

Aksi Nyata secara detail:

  • Mengadakan kajian fiqih ringan tentang hal-hal praktis: jual beli yang sah, adab berutang, warisan, dan lain-lain.
  • Membuka ruang tanya-jawab fiqih dalam forum kecil selepas salat atau pengajian.

Adapun Motivasi Aksi Selanjutnya Kemabruran haji harus dijaga dengan amal dan ilmu. Ilmu yang kita pelajari hari ini adalah investasi untuk amal saleh esok hari. Jadikan fiqih sebagai bekal dalam mengelola rumah tangga, bekerja, berbisnis, dan bermasyarakat.

Sebagaimana perkataan Imam Malik rahimahullah:

“Ilmu itu bukan dengan banyaknya riwayat, tetapi cahaya yang ditanamkan Allah dalam hati.”

Maka belajarlah, tumbuhkan cahaya itu. Karena haji mabrur sejatinya adalah langkah awal menjadi muslim yang bermanfaat di bumi, untuk sesama, demi akhirat.

Kategori: Al-Intelektual, Al-Ritual


Lainnya

Pusat Pengembangan Madrasah dan Sekolah Islam

Scroll to Top