Wisata Religi Jeddah dan Ziarah Jamaah Haji KBIHU Al Manar Rancaekek

Wisata Religi dan Ziarah di Kota Jeddah: Al Balad dan Sejarah Pelabuhan

KBIHU Al Manar. Setelah City Tour Makkah, KBIHU Al Manar mengadakan kegiatan ziarah ke kota Jeddah sebagai Wisata Religi. Kota yang menawarkan suasana pantai dan pertokoan lama atau Cornish Center.

|Baca: Sejarah Kota Jeddah: Pintu Gerbang Haji, Warisan Islam, dan Refleksi Zaman

Ziarah Kota Jeddah: Menikmati suasana pantai Laut Merah

Jum’at, 20 Juni 2025, Pukul 14.00, Dua bis sudah berada di depan hotel 704 daerah Jarwal. Dua armada yang akan mengantarkan jamaah haji KBIHU Al Manar untuk ziarah kota Jeddah

Informasi kegiatan telah tersebar sehari sebelumnya melalui grup WA. Jamaah hati telah siap setelah shalat Jum’at di lobby setiap hotel.

Sekitar jam 14.00, Jamaah Haji Al Manar beserta Jamaah Ar Rahman dan Jamaah dari Garut mulai naik bis. Bis satu (warna biru) menyediakan kursi kosong bagi jamaah Al Manar yang tinggal di hotel 609.

Setelah siap, bis 1 berangkat duluan untuk menjemput jamaah di sektor 6 hotel 609.

1. Museum Abu Bakar Al Amoudy

Perjalanan Ziarah Jeddah diawali dengan kunjungan ke Museum Abu Bakar Al Amoudy. Museum yang menyimpan sejarah budaya Mekkah dan reflika sejarah Islam di kota Mekkah. Seperti Hajar Aswad, Pintu Ka’bah. Juga menyediakan reflika sejarah budaya masyarakat Arab Saudi.

Museum Abu Bakar Al Amoudy berada sekitar 24 KM dari titik pemberangkatan di Hotel 704 ( Al Wahdah Khoir Hotel) di Jarwal.

Jamaah Haji berada di Museum Abu Bakar Al Amoudy sekitar 1 jam lebih.

2. Cornish Center: Pusat Pertokoan Kota Jeddah

Sekitar jam 15.20, Perjalanan berlanjut ke pusat kota Jeddah.

Tujuan pertama yaitu Cornesh Center yang dengan jarak tempuh 65 KM yang membutuhkan waktu sekitar 45 menit.

Tiba di Cornesh Center, cuaca masih panas dan masih sepi dari jamaah Indonesia. Biasanya di musim haji seperti ini, Cornesh Center dipenuhi oleh Jamaah Haji Indonesia. Tapi tahun ini 2025, suasana tersebut tidak nampak.

Jamaah Haji termasuk Jamaah Umroh Indonesia selalu menjadikan Cornish Center sebagai distenasi utama di kegiatan ziarah kota Jeddah.

Cornish Center menawarkan berbagai barang khas Haji sebagai oleh-oleh dari Haji. Selain itu, Jamaah Haji dapat menikmati makanan khas Indonesia.

Bakso dan batagor menjadi beberapa makanan yang diburu oleh jamaah haji KBIHU Al Manar. Sekedar memenuhi kerinduan terhadap Indonesia.

3. Air Mancur dan Masjid Hasan Anani

Setelah puas di Cornish Center, sekitar jam 17.30, Jamaah Haji melanjutkan perjalanan menuju Air Mancur.

Cuaca masih terasa panas, bis melewati beberapa jalan alternatif sebagai dampak adanya penutupan jalan raya di beberapa tempat.

Sekitar 15 menit perjalanan , bis tiba di parkiran depan Masjid Hasan Anani. Jarak antara Cornish Center ke Masjid Hasan Anani sekitar 9,5 KM

Jamaah Haji menyantap nasi box di sekitar taman sekitar parkiran Masjid Hasan Anani.

Sambil menunggu waktu Magrib, jamaah Haji melihat sunset di sekitar masjid Hasan Anani.

Selesai shalat Magrib dan Isya Jama’ Taqdim, Sekitar jam 19.45, Jamaah Haji KBIHU Al Manar kembali ke kota Mekkah melewati daerah Hudaibiyah.

Saat melewati masjid Hudaibiyah tidak diinformasikan kepada jamaah karena sedang istirahat. Dan ziarah Hudaibiyah sudah memiliki agenda tersendiri yang terpisah dari kegiatan Ziarah kota Jeddah.

Bis jamaah Haji Al Manar tiba di depan hotel 704 sekitar jam 21.35. Jamaah kembali ke hotel masing-masing.

Refleksi dan Wisata Religi di Kota Jeddah

Perjalanan wisata religi di Kota Jeddah hari ini bukan sekadar agenda wisata biasa. Ia menjadi momen pembelajaran yang menyentuh empat dimensi penting kehidupan seorang Muslim. Melalui pendekatan 4 AL: Ritual, Intelektual, Spiritual, dan Sosial.

1. Ritual

Shalat berjamaah di Masjid Hasan Anani menjadi penutup sempurna, mengingatkan bahwa setiap perjalanan harus diakhiri dengan menyambung kembali hubungan dengan Allah.

2. Intelektual

Kunjungan ke Museum Abu Bakar Al Amoudy membuka cakrawala tentang sejarah, budaya, dan peran ulama serta masyarakat Hijaz dalam membangun peradaban Islam. Kita belajar bahwa ziarah juga harus memperkaya wawasan, bukan sekadar menyenangkan mata.

3. Spiritual

Sunset di Jeddah bukan sekadar panorama, tapi simbol keindahan iman yang datang ketika hati tenang dalam dzikir.

4. Sosial

Kebersamaan dalam rombongan dan mengabadikan momen, menjadi bukti bahwa perjalanan ini juga memperkuat ukhuwah dan kasih sayang antar sesama.

Semoga wisata religi ini tidak hanya menambah dokumentasi foto, tetapi juga memperdalam rasa syukur, cinta tanah suci, dan semangat memperbaiki diri menuju haji yang mabrur dan hidup yang lebih bermakna.

Jeddah tak sekadar kota pelabuhan. Ia adalah gerbang refleksi menuju hati yang lebih terang

Lihat Video kegiatan Jamaah

Lihat Photo Kegiatan


Selengkapnya

Selengkapnya

Pusat Pengembangan Pendidikan Madrasah dan Sekolah Islam

Scroll to Top