KBIHU Al Manar. Aksi kesebelasan yaitu mengkaji Langkah Para Ulama: Kajian Sejarah Islam
Tujuannya untuk Mengenal perjuangan tokoh dan peristiwa penting dalam sejarah Islam untuk mengambil pelajaran.
Langkah Para Ulama Kajian Sejarah Islam
Haji adalah momentum ruhani untuk kembali kepada fitrah, sekaligus pengingat bahwa kita adalah bagian dari mata rantai sejarah umat Islam yang agung.
Makkah dan Madinah adalah saksi perjuangan para nabi, sahabat, dan ulama dalam menegakkan tauhid, menyebarkan ilmu, serta menjaga akhlak dan peradaban.
Mengenal sejarah mereka bukan sekadar mengenang masa lalu, tapi menghidupkan kembali semangat ilmu dan perjuangan yang menjadikan Islam sebagai rahmat bagi semesta.
Allah SWT berfirman:
فَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَانْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُكَذِّبِينَ
“Maka berjalanlah di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul).”*(QS. Al-An’am: 11)
Dan firman-Nya:
لَقَدْ كَانَ فِي قَصَصِهِمْ عِبْرَةٌ لِّأُو۟لِي ٱلْأَلْبَٰبِ
“Sungguh, pada kisah-kisah mereka terdapat pelajaran bagi orang-orang yang berakal.”*(QS. Yusuf: 111)
Ibnu Khaldun berkata:
“Sejarah secara lahiriah tampak sebagai kabar-kabar, namun pada batinnya adalah analisis dan pencarian kebenaran.” (Muqaddimah, Ibnu Khaldun)
Dengan mengenal para tokoh seperti Imam Syafi’i, Imam Ghazali, Ibnu Khaldun, dan lainnya, kita belajar bahwa kejayaan Islam terbangun oleh kekuatan ilmu, perjuangan tanpa pamrih, dan akhlak yang mendalam.
Aksi Nyata
Tujuan Aksi ini adalah Menumbuhkan kebanggaan sebagai bagian dari mata rantai perjuangan umat Islam serta menghidupkan kembali semangat keilmuan yang mencerahkan dan membebaskan.
Aksi Nyata secara detail antara lain:
- Kajian mini tentang tokoh dan ulama seperti Imam Ghazali, Imam Syafi’i, Syaikh Nawawi al-Bantani, Ibnu Khaldun, dan lainnya.
- Diskusi reflektif: Apa hikmah hidup yang bisa kita ambil dari kisah perjuangan tokoh ini?
- Menuliskan “pesan sejarah” untuk generasi berikutnya dari pelajaran yang didapat.
- Tantangan yaitu Membaca 1 kisah tokoh Islam dalam sepekan dan membagikannya dalam forum jamaah.
Adapun Motivasi Aksi Selanjutnya adalah Haji mabrur bukan hanya dilihat dari kebersihan hati, tapi juga kejernihan akal dan keteladanan amal.
Dengan mengkaji sejarah ulama, kita menyambung ruh perjuangan yang telah diwariskan.
Kita melanjutkan risalah peradaban Islam dalam bentuk yang sederhana: belajar, berbagi ilmu, dan membangun masyarakat dengan hikmah.
Sebagaimana kata Imam Malik:
“Tidak akan baik generasi akhir umat ini kecuali dengan apa yang telah membuat baik generasi awalnya.”
Maka, mari terus melangkah mengikuti jejak para ulama. Mengaji bukan untuk nostalgia, tapi untuk menerangi jalan kita dan anak-anak kita.
Karena haji mabrur harus hidup dalam ilmu, bertumbuh dalam amal, dan lestari dalam keteladanan.
20 Aksi Nyata Menjaga Kemabruran Haji
Aksi Nyata Lainnya
- #1. Mensyukuri Nikmat Haji: Menjaga Niat dan Hati
- #10. Silaturahmi Jamaah Haji: Mabrur Sosial dalam Tindakan
- #11. Langkah Para Ulama: Kajian Sejarah Islam
- #12. Infak Subuh: Tradisi Kecil, Pahala Besar
- #13. Berkasih Sayang Sesama Jamaah
- #14. Janji Haji: Komitmen Perubahan Diri dan Sosial
Berita Terbaru
- Perjalanan Umroh KBIHU Al Manar September 2026
- Pelatihan Manasik Umroh KBIHU Al Manar di Hotel Katulistiwa Jatinangor

- Integrasi Digital Haji Indonesia–Arab Saudi
- Standar Dapur Haji di Makkah Dijaga Ketat demi Kenyamanan Jemaah
- Diklat PPIH Semi Militer Dinilai Humanis, Wamenhaj Tekankan Kekompakan dan Haji Ramah Perempuan
- Pembekalan fisik dan mental jadi kunci, Petugas haji diminta siap hadapi dinamika layanan jemaah haji

