KBIHU Al Manar. Jabal Tsur bukan sekadar gunung di selatan Mekkah, melainkan simbol perjuangan, keteguhan iman, dan strategi hijrah Rasulullah SAW. Mari telusuri sejarah dan maknanya.
Sejarah Jabal Tsur dan Gua Tsur: Jejak Langkah yang Tak Terlupakan
Bagi para pecinta sejarah Islam, nama Jabal Tsur dan Gua Tsur tak asing terdengar.
Di sanalah sebuah peristiwa monumental dalam sejarah hijrah Rasulullah SAW terjadi.
Bukan hanya menjadi saksi sejarah, tapi juga tempat yang menggambarkan kesabaran, perlindungan Allah, dan strategi perjuangan dalam dakwah.
a. Letak Geografis Jabal Tsur
Jabal Tsur terletak di selatan Kota Makkah, sekitar 5 kilometer dari Masjidil Haram.
Gunung ini memiliki ketinggian sekitar 760 meter di atas permukaan laut, dan gua di puncaknya memerlukan pendakian yang cukup terjal dan menantang, biasanya memakan waktu sekitar 2-3 jam perjalanan kaki.
Lokasi ini tersembunyi dan strategis, cocok sebagai tempat persembunyian dalam situasi genting.
b. Asal Usul Nama Tsur
Nama “Tsur” diyakini berasal dari bahasa Arab yang berarti “lembah besar” atau “gunung besar”.
Dalam konteks sejarah Islam, nama ini melekat karena peristiwa hijrah yang sangat penting terjadi di sini, menjadikannya lebih dari sekadar nama geografis biasa, melainkan simbol sejarah yang hidup.
c. Tempat dan Masjid Bersejarah
Di sekitar kawasan Jabal Tsur, belum ditemukan masjid besar seperti di Jabal Nur. Namun, beberapa fasilitas dan tempat istirahat tersedia bagi pendaki dan peziarah.
Pemerintah Arab Saudi melestarikan jalur menuju gua dengan jalur berpagar untuk keamanan.
Gua Tsur sendiri masih asli, meskipun aksesnya cukup menantang.
Kondisi Sosial dan Budaya Sebelum dan Setelah Islam
a. Kondisi Sosial
Sebelum Islam, Makkah dikelilingi suku-suku yang memegang teguh adat jahiliah, termasuk permusuhan terhadap siapa pun yang dianggap mengganggu tatanan mereka.
Setelah Islam hadir, khususnya pasca hijrah, situasi perlahan berubah.
Peristiwa persembunyian di Gua Tsur menjadi titik penting peralihan peradaban menuju masyarakat Islam yang kuat dan strategis.
b. Budaya Jahiliah dan Perubahan Pasca Islam
Budaya jahiliah ditandai dengan kekerasan, permusuhan antarsuku, dan penyembahan berhala. Hijrah dan persembunyian di Gua Tsur merupakan bentuk perlawanan damai terhadap kekuatan tersebut.
Setelah Islam berkembang, budaya berubah menjadi berbasis keimanan, ukhuwah, dan strategi dakwah yang lebih tertata.
Jabal Tsur dan Sejarah Hukum Islam
a. Al Qur’an
Jabal Tsur tidak memiliki hukum ibadah khusus seperti Arafah atau Muzdalifah.
Namun, nilai-nilai perjuangan, strategi, dan tawakkal yang ditunjukkan Rasulullah dan Abu Bakar di gua ini menjadi pelajaran penting dalam fiqih dakwah dan kehidupan muslim. Gua ini adalah representasi dari ayat
“La tahzan, innallaha ma’ana“
(Jangan bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita) \[QS. At-Taubah: 40].
b. Keutamaan dan Nilai Spiritual
Tempat ini bukan hanya lokasi sejarah, tapi juga penguat spiritual bagi mereka yang menghayatinya.
Di dalamnya tersimpan kisah keberanian, strategi, dan pertolongan Allah yang luar biasa.
Ziarah ke tempat ini menjadi pengingat bahwa dalam dakwah selalu ada fase kesulitan yang harus dilalui dengan sabar dan yakin.
Refleksi Kontemporer Jabal Tsur: Meneladani Strategi dan Tawakkal
Di era modern, kisah Gua Tsur mengajarkan pentingnya perencanaan dalam perjuangan, namun tetap berserah kepada Allah.
Seperti Rasulullah yang mempersiapkan kendaraan, pemandu, hingga jalur alternatif, semua diimbangi dengan doa dan keyakinan.
Gua ini menjadi simbol bahwa keberhasilan lahir dari ikhtiar dan tawakkal yang seimbang.
Mengunjungi atau mengenang Jabal Tsur bukan hanya tentang sejarah masa lalu, melainkan cara meneguhkan kembali semangat hijrah dalam hidup kita hari ini.
Hijrah dari kelalaian menuju ketakwaan, dari keraguan menuju keyakinan. Seperti langkah Rasulullah SAW yang tertinggal di batu-batu Jabal Tsur, semoga langkah kita juga menjadi jejak yang diberkahi.
Sejarah Islam
- Ka’bah Al-Musyarrafah
- Puncak ujian ketaatan Nabi Ibrahim عليه السلام
- Sejarah Ibadah Haji
- Sejarah Islam: Tempat Bersejarah di Tanah Suci
- Masjid Ghamamah: Shalat Istisqa’ di Madinah dan Refleksi Jamaah Haji
- Masjid Abu Bakar Ash-Shiddiq di Madinah dan Refleksi 4 AL
Berita Terbaru
- Perjalanan Umroh KBIHU Al Manar September 2026
- Pelatihan Manasik Umroh KBIHU Al Manar di Hotel Katulistiwa Jatinangor

- Integrasi Digital Haji Indonesia–Arab Saudi
- Standar Dapur Haji di Makkah Dijaga Ketat demi Kenyamanan Jemaah
- Diklat PPIH Semi Militer Dinilai Humanis, Wamenhaj Tekankan Kekompakan dan Haji Ramah Perempuan
- Pembekalan fisik dan mental jadi kunci, Petugas haji diminta siap hadapi dinamika layanan jemaah haji

