KBIHU Al Manar. Masjid Ali bin Abi Thalib me jadi tujuan ziarah jamaah haji dan umroh seluruh dunia. Seorang sahabat dan juga Khalifah ArRosyidin.
Tulisan ini mencoba menggali sejarah masjid dan refleksi jamaah haji dan umroh setelah berziarah. Refleksi dengan pendekatan 4 AL, yaitu ritual, intelektual, spiritual, dan sosial.
Sejarah Masjid Ali bin Abi Thalib di Madinah
Di antara gugusan masjid bersejarah di Madinah, terdapat sebuah tempat suci kecil namun penuh makna: **Masjid Ali bin Abi Thalib**, yang terletak tidak jauh dari **Masjid Qamamah** dan **Masjid Quba**. Meskipun tidak sebesar Masjid Nabawi atau Qiblatain, masjid ini memiliki posisi istimewa dalam sejarah Islam karena dikaitkan dengan salah satu tokoh utama Islam — **Sayyidina ‘Ali bin Abi Thalib** radhiyallāhu ‘anhu.
a. Lokasi Strategis dan Nilai Historis
Masjid ini terletak di wilayah antara Quba dan pusat kota Madinah, sebuah jalur penting di masa awal hijrah.
Dekatnya dengan Masjid Qamamah (juga dikenal sebagai Masjid Jumu’ah) menjadikannya bagian dari rute ziarah sejarah yang sering dikunjungi jamaah haji dan umrah.
Disebut sebagai Masjid Ali bin Abi Thalib karena di lokasi ini beliau pernah shalat atau beristirahat saat perjalanan hijrah dan berdakwah di Madinah.
Walau tidak disebut secara eksplisit dalam hadis, tempat ini diyakini sebagai salah satu titik perhentian penting dalam perjalanan spiritual sahabat Nabi.
b. Perkembangan dan Kondisi Sekarang
Kini, masjid ini telah mengalami beberapa renovasi meski tetap mempertahankan bentuknya yang sederhana.
Masjid ini bukan tempat yang ramai, namun sering dikunjungi oleh jamaah yang ingin mengenang perjuangan dan keteladanan Ali bin Abi Thalib.
Refleksi Sejarah Masjid Ali Pendekatan 4 AL
Menyambungkan Ziarah dengan Nilai
- 1. Ritual:
- Shalat di masjid ini menjadi amal ibadah yang menyambung batin dengan jejak sahabat Nabi. Hadir secara fisik, hadir pula secara batin.
- 2. Intelektual:
- Ziarah ke tempat ini memperdalam pemahaman sejarah Islam dari perspektif pribadi sahabat, bukan hanya peristiwa besar.
- 3. Spiritual:
- Merenungi keteladanan Ali bin Abi Thalib, keberanian, kesetiaan, dan ilmunya, membawa energi spiritual untuk memperbaiki diri
- Sosial): Masjid ini mengingatkan kita pada pentingnya membangun komunitas dengan nilai-nilai luhur seperti yang dilakukan para sahabat Nabi.
Masjid Ali bin Abi Thalib bukan sekadar bangunan, tapi simbol keteguhan iman dan pengabdian seorang sahabat.
Jika Anda berkesempatan menziarahi Madinah, sempatkanlah mengunjungi masjid ini.
Hadirkan niat bukan hanya untuk berfoto, tapi untuk meneladani dan merenungi jejak langkah para pejuang Islam sejati.
Sejarah Islam
- Ka’bah Al-Musyarrafah
- Puncak ujian ketaatan Nabi Ibrahim عليه السلام
- Sejarah Ibadah Haji

- Sejarah Islam: Tempat Bersejarah di Tanah Suci
- Masjid Ghamamah: Shalat Istisqa’ di Madinah dan Refleksi Jamaah Haji

- Masjid Abu Bakar Ash-Shiddiq di Madinah dan Refleksi 4 AL

Berita Terbaru
- Perjalanan Umroh KBIHU Al Manar September 2026
- Pelatihan Manasik Umroh KBIHU Al Manar di Hotel Katulistiwa Jatinangor

- Integrasi Digital Haji Indonesia–Arab Saudi
- Standar Dapur Haji di Makkah Dijaga Ketat demi Kenyamanan Jemaah
- Diklat PPIH Semi Militer Dinilai Humanis, Wamenhaj Tekankan Kekompakan dan Haji Ramah Perempuan
- Pembekalan fisik dan mental jadi kunci, Petugas haji diminta siap hadapi dinamika layanan jemaah haji





