Ziarah Kota Thaif Jamaah Haji 2025

Ziarah Kota Thaif: Menyusuri Luka dan Harapan Rasulullah saw

KBIHU Al Manar. Ziarah Kota Thaif menjadi agenda terakhir yang resmi dari KBIHU Al Manar selama di kota Makkah.

Jamaah Haji mengikuti beberapa rangkaian kegiatan pasca pelaksanaan ibadah haji atau ARMUZNA.

Tujuan utamanya adalah memperkuat keimanan melalui wisata atau ziarah tempat bersejarah. Dan juga memelihara spirit haji menuju Haji Mabrur Personal dan mabrur sosial

Rabu, 25 Juni 2025, Jamaah Haji KBIHU Al Manar bersiap di depan Hotel 704 (Hotel Al Wahdah Khoir) untuk naik ke bis.

Dua Bis tersedia mengantarkan jamaah mengikuti program Ziarah kita Thaif.

Tepat jam 06.22, Dua bis meninggalkan hotel 704 (Hotel Al Wahdah Khoir). Satu bis mampir dulu ke sektor 6 Hotel 609 (Hotel Diyar Al Aroubah) untuk menjemput jamaah haji Al Manar yang tinggal di hotel sektor 6.

Perkiraan 2 jam perjalanan dari kota Makkah ke kota Thaif.

|Baca: Sejarah Kota Thaif: Jejak Perjuangan Dakwah dan Pesona Alam dari Zaman Jahiliah hingga Kini

Distenasi di kota Thaif antara lain

1. Masjid Abdullah bin Abbas (Ibnu Abbas)

Perjalanan dari kota Makkah ke Masjid Ibnu Abbas selama 1 Jam 57 menit. Jamaah Haji Al Manar tiba di masjid Ibnu Abbas jam 08.22.

Jamaah haji mengambil photo di gerbang Masjid Ibnu Abbas, depan Perpustakaan Abdullah bin Abbas. Sebagian jamaah haji melaksanakan shalat tahiyatul masjid atau shalat Dhuha di masjid Ibnu Abbas. Sebagian lagi berburu oleh-oleh haji.

Sekitar 32 menit, Jamaah Haji menikmati lingkungan masjid Abdullah bin Abbas sebelum melanjutkan perjalanan ziarah di kita Thaif.

2. Masjid Kuk dan Masjid Addas

Tujuan kedua yaitu masjid kuk dan Masjid Addas. Bus tidak bisa berhenti di dua tempat tersebut karena dijaga oleh polisi.

Masjid Ku’ merupakan tempat Rosulullah saw berhenti dengan luka dari lemparan batu dari penduduk Thaif.

Masjid Addas merupakan tempat Rasullullah saw mendapat anggur dari orang bernama Addas. Pemilik kebun anggur.

Tujuan kedua adalah Kereta Gantung dengan jarak tempuh 36 menit

3. Kereta Gantung (Taif Cable Car Start Point)

Meninggalkan Masjid Ibnu Abbas (tujuan pertama) sekitar jam 08.58.

Bis Jamaah Haji Al Manar tiba di Telefrik atau Taif Cable Car Start Point sekitar jam 09.35.

Jamaah Haji Al Manar ( KBIHU Ar Rahman dan Jamaah Garut) berjumlah 56 orang naik kereta gantung. Kereta gantung bergerak menuju lokasi di lembah yang memiliki pemandangan yang berbeda.

Sebagian jamaah yang tidak naik kereta gantung menunggu di Cafe yang tersedia area kereta gantung.

Sekitar 2 jam lebih, Jamaah Haji Al Manar (Ar Rahman dan Jamaah Garut) berada di tujuan ketiga dari ziarah kota Thaif.

Sekitar jam 11.52, bis jamaah haji meninggal parkiran Taif Cable Car Start Point menuju tempat makan nasi Mandhi

4. Restoran Nasi Mandhi

Posisi rumah makan nasi Mandhi tidak jauh dari Taif Cable Car Start Point. Sekitar 5 menit, jamaah haji sampai di Rumah Makan bernama Hanaat Al Qaryah.

Jamaah haji menyantap nasi Mandhi ayam dan kambing berjumlah 21 piring besar. Setiap piring besar untuk 5 orang jamaah. Plus makanan manis Arab yaitu Kunafah.

Setelah menyantap nasi Mandhi, jamaah melaksanakan shalat dhuhur dan ashar Jama’ Taqdim.

Jamaah Haji berada di Haneeth Al Qaryah sekitar 1,5 jam.

Bis berangkat jam 13.21 melanjutkan ke tujuan kelima dari ziarah Taif yaitu Pabrik Parfum Mawar Ar Rashed Ar Qurashi.

5. Ar Rashed Ar Qurashi Factory

Pabrik Parfum Mawar Ar Rashed masih sekitar Taif Cable Car Start Point. Membutuhkan sekitar 10 menit, Bis jamaah Haji tiba di Ar Rashed Ar Qurashi Factory sekitar jam 13.31.

Jamaah haji diarahkan masuk ke lokasi multimedia yang menampilkan sejarah dan cara memproses dari mawar menjadi Parfum yang berkualitas.

Parfum berkualitas akan sebanding dengan harganya.

Setelah melihat profil pabrik, jamaah Haji berkeliling ke tempat pengolahan parfum sekaligus melihat-lihat parfum yang ada.

Pukul 14.17, Bis meninggal pabrik Parfum menuju tujuan akhir dari ziarah Taif yaitu Miqat Makani Qarnul Manazil.

6. Qarnul Manajil (Miqat Makan)

Perjalan sekitar 1 jam, bis sampai di parkiran masjid Qarnul Manazil jam 15.13.

Sebagian jamaah haji mengambil miqat di Qarnul Manazil untuk melaksanakan badal umroh.

Berselang 20 menit kemudian, bis bergerak lagi untuk kembali ke Mekkah sekitar jam 15.38.

Jamaah haji Al Manar (Ar Rahman dan Jamaah Garut) tiba kembali di Hotel di Makkah jam 16.51 dengan selamat. Alhamdulillah.

1. Ritual

Meski ziarah ke Thaif lebih bersifat sejarah daripada ibadah mahdhah, namun setiap langkah dalam perjalanan ini dapat menjadi bagian dari ibadah jika diniatkan untuk mengambil pelajaran dan memperkuat iman.

Saat jamaah melaksanakan shalat jama’ taqdim di sela perjalanan, atau berniat umrah di miqat Qarnul Manazil, semua itu menjadi pengingat bahwa ibadah tidak mengenal tempat yang nyaman saja, tapi juga harus tetap ditegakkan dalam kondisi lelah, asing, bahkan saat hati sedang merenungi ujian Rasulullah saw.

2. Intelektual

Perjalanan ke Thaif menyimpan pelajaran sejarah penting tentang bagaimana Rasulullah saw tetap mengedepankan hikmah.

Beliau memilih Thaif setelah penolakan dari Quraisy di Mekkah, berharap dukungan dari Bani Tsaqif. Namun, yang didapat justru lemparan batu dan cercaan.

Secara intelektual, kita belajar bahwa strategi dakwah tidak selalu langsung berhasil, dan kadang Allah takdirkan kegagalan sebagai bagian dari proses kematangan.

Sejarah Thaif adalah laboratorium intelektual tentang keteguhan dalam kegagalan dan hikmah dalam penolakan.

3. Spiritual

Tak ada momen spiritual yang lebih menggugah daripada saat Rasulullah saw berdarah dan dikejar keluar kota, lalu berdoa dengan kalimat yang mengguncang langit:

“Ya Allah, kepada-Mu aku mengadukan kelemahan kekuatanku, sedikitnya kemampuanku, dan kehinaanku di hadapan manusia...”

Thaif adalah simbol luka spiritual dalam perjuangan dakwah.

Tapi di sana pula turun malaikat penjaga gunung yang menawarkan pembalasan, dan Rasulullah saw justru memilih maaf dan harapan:

“Siapa tahu dari keturunan mereka akan lahir orang yang menyembah Allah.”

Refleksi ini menanamkan bahwa jiwa pemaaf, harapan masa depan, dan cinta yang tulus pada manusia adalah inti dari spiritualitas Islam.

4. Sosial

Ziarah ke Thaif menjadi ruang untuk merenungi peran sosial umat Islam saat ini. Apakah kita siap menerima perubahan, atau seperti Thaif di masa Rasul, menolak dakwah karena takut kehilangan kenyamanan

Penolakan masyarakat Thaif dahulu adalah cermin masyarakat yang belum siap menerima nilai-nilai Islam karena takut kehilangan kuasa.

Kini, saat umat berada dalam kebebasan beragama dan berpendapat, kita justru harus memaksimalkan ruang dakwah yang ada dengan hikmah, sabar, dan cinta.

Refleksi sosial ini menyadarkan jamaah akan pentingnya menciptakan lingkungan yang ramah terhadap dakwah dan perubahan.

Perjalanan ziarah ke Thaif bukan hanya tentang melihat gunung, perkebunan, atau pabrik mawar. Ini adalah ziarah batin ke sebuah kisah luka, tempat Rasulullah saw mengajarkan bahwa dakwah bukan soal diterima atau ditolak, tetapi tentang bagaimana kita tetap berjalan meski sendirian.

Seperti beliau, kita pun bisa memilih untuk memaafkan, berharap, dan tetap istiqamah menyebarkan kebaikan di manapun berada.

“Jika mereka menolak hari ini, semoga anak cucu mereka akan menerima petunjuk.”(Rasulullah saw di Thaif, tahun ke-10 kenabian)

Ada tiga hal yang bisa menjadi pelajaran penting bagi kita sebagai jamaah haji agar tetap terjaga kemabruran haji kita

  • Dalam hidup kita pun mungkin akan mengalami penolakan, kegagalan, atau luka dari orang lain. Tapi dari Thaif, kita belajar untuk tidak membalas keburukan dengan keburukan.
  • Kita belajar untuk tidak menyerah. Rasulullah saw tidak menyerah, dan justru dari doa dan sabarnya, Allah hadirkan pembuka jalan yaitu perjalanan Isra’ dan Mi’raj tak lama setelah peristiwa ini.
  • Mari kita jadi masyarakat yang tidak seperti Thaif di masa lalu. Jangan sampai kita menjadi penghalang kebaikan, menolak ajakan dakwah, atau bersikap sinis terhadap perubahan. Jadilah bagian dari penyambut cahaya, bukan penolak cahaya.

Lihat Video Kegiatan Ziarah Taif

Lihat Photo Kegiatan


Selengkapnya

Selengkapnya

Pusat Pengembangan Pendidikan Madrasah dan Sekolah Islam

Scroll to Top