KBIHU Al Manar. Wisata Jamaah Haji 2009 ke Mantiqoh Baidho atau Jabal Magnet.
Wisata atau Ziarah merupakan tradisi yang paling disenangi oleh manusia. Bepergian ke tempat baru sudah menjadi keinginan manusia. pun Jamaah Haji Indonesia yang datang ke Saudi Arabia, tidak hanya fokus melaksanakan Ibadah Haji, tapi dimanfaat juga untuk berziarah ke tempat-tempat bersejarah. Berusaha menapak tilas perjuangan Nabi Muhammad dan para Sahabat.
Harapannya bisa lebih menghayati Islam dan mengambil pelajaran dari perjuangan nabi dan para sahabat dalam mempertahankan dan menyebarkan agama Islam.
Wisata Jamaah Haji 2009 di Kota Madinah
Program Ziarah di Madinah sudah termasuk program Muassasah. Tmpat-tempat yang biasa dikunjungi adalah
- Jabal Uhud atau tempat terjadinya perang Uhud,
- Masjid Qiblatain yaitu tempat peristiwa perubahan kiblat dari masjid Al-Aqsha di Palestina ke arah a’bah di Mekah,
- Pasar Kurma untuk melihat-lihat jenis kurma yang jumlahnya tidak sedikit seperti anggapan orang di Indonesia. barangkali seperti jeruk yang memiliki jenis yang berbeda-beda.
- Masjid Quba, masjid pertama kali didirikan oleh Rasulullah, dan hadits yang populer tentang masjid Quba adalah barangsiapa yang keluar dari rumahnya dalam keadaan suci kemudian dia pergi e masjid Quba lalu shalat dua Rakaat, maka pahalanya sebanding dengan Umroh. Hadits ini yang mendorong semua jamaah berbondong-bondong mengunjungi masjid Quba dan Shalat disana. itulah program ziarah yang sejak dahulu sampai sekarang dilakukan oleh jamaah Indonesia.
Sejarah Jabal Magnet
Awal tahun 2000-an ada tempat ziarah terbaru bagi Jamaah Indonesia yaitu Mantiqoh Baidho atau Jabal Magnet. Konon Sejarah Jabal Magnet (saya pakai istilah Indonesia) adalah di tahun 90-an, pemerintah Saudi Arabia berencana membuat jalan alternatif lingkar luar agar tidak melewati Istana.
Rutenya lewat mantiqoh baidho. Berjalanlah proyek dengan baik dan ketika sampai di daerah Mantiqoh Baidho, kendaraan-kendaraan berat bergerak sendiri tanpa ada mesin, seperti ada yang menarik. Kemudian proyek tetap dilaksanakan dan kendaraan bergerak sendiri terus terjadi.
Akhirnya proyek dihentikan lalu diadakan penelitian khusus apa penyebabnya. Swalnya beranggapan itu daerah Jin. Mungkin jin tidak senang dengan proyek ini, tapi dalam perkembangannya ternyata di daerah itu ada kekuatan magnet yang sangat besar.
Akhirnya pemerintah menghentikan proyek tersebut karena bisa membahayakan bis-bis yang melewati jalur ini. Kecepatannya bisa ampai 120 km per jam tanpa di gas.
Diakhir 90-n, daerah tersebut tertutup bagi orang-orang, dan diawal 2000-an mulai ada yang berkunjung kesana melihat kekuasaan Allah walaupun masih sangat terbatas.
Baru 3 tahun terakhir ini pemerintah Arab Saudi mempersilahkan jamaah haji Indonesia untuk mengunjunginya. Jadilah Ziarah Mantiqoh Baidho menjadi program Jamaah Haji indonesia. Termasuk jamaah Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Al-Manar Rancaekek mengadakan kunjungan kesana untuk membuktikan kebenarannya.
Wisata Jamaah Haji 2009 ke Mantiqoh Baidho atau Jabal Magnet

Pada hari Senin 9 Nopember 2009, Jamaah berangkat ke Mantiqoh Baidho dan digabung dengan kunjungan ke Percetakan al-Qur’an dan Pabrik Coklat Kurma.
Tiba di Mantiqoh Baidho, Sopir bis membawa ke daerah yang terendah dan membiarkan mobil tanpa digas. Tiba-tiba bis besar yang diisi 45 jamaah mundur tertarik kebelakang ke arah dataran tinggi. Suatu hal yang menakjubkan bagi para jamaah yang belum pernah lihat.
Kemudian bis berjalan ke ujung jalan yang buntu setelah dihentikan pemerintah. Disana jamaah bisa berpose dan melihat gunung-gunung batu yang menjulang tinggi.
Setelah puas, jamaah mulai naik kembali ke bis dan bis mulai bergerak sendiri tanpa dikendalikan sopir kecepatannya sampai 120 km / perjam. Sepanjang 7 km, mesin bis tetap dinyalakan karena menjaga berhenti secara mendadak atau tikungan.
Menurut pemandu bahwa daerah yang mengandung magnet itu sudah biasa, termasuk di Indonesia juga ada seperti di daerah garut dan jawa Timur.
Kata dia selain bis, air yang biasanya mencari daerah yang lebih rendah ternyata disini bisa mengalir ke dataran yang tinggi. Subhanallah.
Itulah ulah keunikan Mantiqoh baidho menjadi objek wisata baru bagi jamaah Indonesia.
Wallahua’lam bishawab.
Pernah diposting di https://almanarbdg.blogspot.com/2009/11/wisata-di-padang-pasir.html?m=1
Berita Terbaru
- Perjalanan Umroh KBIHU Al Manar September 2026
- Pelatihan Manasik Umroh KBIHU Al Manar di Hotel Katulistiwa Jatinangor
- Integrasi Digital Haji Indonesia–Arab Saudi
- Standar Dapur Haji di Makkah Dijaga Ketat demi Kenyamanan Jemaah
- Diklat PPIH Semi Militer Dinilai Humanis, Wamenhaj Tekankan Kekompakan dan Haji Ramah Perempuan
- Pembekalan fisik dan mental jadi kunci, Petugas haji diminta siap hadapi dinamika layanan jemaah haji
Catatan Cilik
- CALIK KBIHU Al Manar Rancaekek: Merenungi Perjalanan Suci, Satu Catatan Cilik Penuh Hikmah
- Bus Shalawat 19: Jalan Hati Jamaah Al Manar dari Hotel ke Masjidil Haram
- Kisah Inspiratif Jamaah Haji: Kemandirian dan Keberanian Bertanya
- Kisah Nyata di Mina: Dua Ibu, Satu Malam, dan Kuasa Allah yang Menyatukan
