KBIHU Al Manar. Ziarah Edukatif menjadi bentuk layanan kepada jamaah haji. Bagi para jamaah haji dan umrah, ziarah di Madinah tidak hanya tentang mengunjungi Masjid Nabawi dan Raudhah.
Ada pengalaman istimewa lain yang sering dijadwalkan dalam city tour, yakni kunjungan ke Jabal Magnet (Mantiqoh Baidho) dan Percetakan Al-Qur’an Raja Fahd.
Dua tempat ini menawarkan refleksi spiritual dan wawasan ilmiah, menjadi momen berkesan dalam perjalanan ibadah.
Ziarah Edukatif Jamaah Haji
Senin, 7 Juli 2025, pukul 06.00, Jamaah Haji Al Manar bersiap dengan 2 bis menuju dua tempat sebagai program ziarah atau tour di kota Madinah.
Percetakan Al-Qur’an Madinah
Tujuan pertama yaitu Percetakan Al-Qur’an Madinah (King Fahd Complex). Tempat ini mencetak jutaan mushaf Al-Qur’an dalam berbagai bahasa, yang disebarkan ke seluruh dunia.
Jamaah haji Al Manar masuk dan melihat alat-alat percetakan Al Qur’an yang modern.
Setelah melihat ruang percetakan Al Qur’an, Setiap jamaah mendapatkan Al Qur’an kecil gratis.
Jamaah bisa mengambil pelajaran dari ziarah Edukatif ke percetakan Al Qur’an yaitu
- Proses pencetakan Al-Qur’an yang detail dan penuh kehati-hatian.
- Kedisiplinan dan penghormatan terhadap kalam Allah.
- Pentingnya menjaga kemurnian teks wahyu dalam dakwah global.
Bagi jamaah haji di bis 1 mendapatkan motivasi dan inspirasi dari K.H. Amin Bajuri, Pembimbing Ibadah Haji kloter KJT 27.
Beliau menceritakan bahwa keberadaan percetakan merupakan pengembangan dari usulan Sahabat Nabi, Umar bin Khattab. Saat itu banyak para penghafal Al Qur’an yang meninggal.
Untuk menjaga Al Qur’an agar tetap langgeng dan terpelihara, maka perlu dikumpulkan menjadi satu mushaf.
Usulan tersebut baru terwujud di zaman Khalifah Utsman bin Affan.
Beliau berpesan agar jamaah haji ikut menjaganya dengan membaca, menghafalkan, dan mengamalkan.
“Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al-Qur’an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.” (QS. Al-Hijr: 9)
Keajaiban Jabal Magnet
Tujuan kedua adalah jabal magnet atau Mantiqoh Baidho. Terletak sekitar 30-40 km dari kota Madinah.
Di tempat ini, jamaah haji bisa menyaksikan kendaraan dapat bergerak sendiri tanpa mesin menyala di jalur tertentu, sebuah fenomena yang disebut gravitational anomaly.
Sebelumnya, jamaah haji menikmati jajanan Indonesia di Unjung Mantiqoh Baidho. Tidak hanya Ziarah edukatif terhadap alam, tapi jamaah haji juga menikmati wisata kuliner Indonesia.
Sebelum kembali ke hotel, Jamaah Haji mampir dulu ke Rif Bustan, tamam plus restoran.
Akhirnya, sekitar jam 11.00, Rombongan jamaah haji Al Manar kembali ke hotel Ameer Mektan.
Sebagai refleksi, mengunjungi Jabal Magnet dan Percetakan Al-Qur’an bukan sekadar wisata. Ini adalah ziarah edukatif yang memadukan pengalaman ritual, intelektual, spiritual, dan sosial bagi jamaah haji. Hal ini selaras dengan pendekatan 4 AL dalam pembinaan jamaah haji.
Berita Terbaru
- KMHU No. 22 Tahun 2025 Pedoman Seleksi PPIH
- Menteri Haji RI Sosialisasikan Pembenahan dan Persiapan Penyelenggaraan Haji 2026 di Jawa Barat
- Sertifikasi Pembimbing Haji dan Umrah: Transformasi Mutu Layanan dari Kampus ke Lapangan
- KMHU No. 19 Tahun 2025 Pedoman Sertifikasi Pembimbing Ibadah Haji dan Umroh

- Peraturan Presiden No. 92 Tahun 2025 Kementerian Haji dan Umroh

- UU Haji dan Umroh No. 14 Tahun 2025

Catatan Cilik
- CALIK KBIHU Al Manar Rancaekek: Merenungi Perjalanan Suci, Satu Catatan Cilik Penuh Hikmah

- Bus Shalawat 19: Jalan Hati Jamaah Al Manar dari Hotel ke Masjidil Haram

- Kisah Inspiratif Jamaah Haji: Kemandirian dan Keberanian Bertanya

- Kisah Nyata di Mina: Dua Ibu, Satu Malam, dan Kuasa Allah yang Menyatukan

- 2025, Haji Tanpa Tarwiyah

- Haji Adalah Undangan Allah: Kisah Jamaah yang Nyaris Gagal Berangkat











